Ansordaily – Haikal Pemuda Asal Kabupaten Lebak , seorang Muslim yang taat, tinggal di sebuah kompleks perumahan yang beragam agama. Dia memiliki tetangga bernama Samuel, seorang Non Muslim yang sangat ramah. Mereka berdua sering berbincang dan berbagi cerita tentang kehidupan sehari hari.
Suatu hari, Haikal sedang bersiap untuk shalat Dzuhur ketika Samuel memutar musik yang sangat keras. Haikal langsung merasa terganggu, namun dia tidak ingin marah. Dia mengingat ajaran moderat yang diajarkan oleh orang tuanya yang selalu terngiang dalam ingatannya,
“Jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi balaslah kejahatan dengan kebaikan.” Terus terpatri dalam ingatannya.
Haikal justru mengunjungi Samuel dan berbicara dengan baik baik, memberi tahu tetangga.
“Hai Samuel, saya tahu kamu suka musik, namun saya bersama beberapa warga di sini yang muslim akan melaksanak shalat/ibadah. Bisakah kamu memutar musiknya lebih pelan?” kata Haikal dengan senyum.
Samuel langsung terperangah kaget bukan kepalang, Ia pun segera mematikan musiknya dan meminta maaf kepada Haikal.
“Maaf, Haikal! Saya tidak tahu kamu sedang shalat. Terima kasih atas pengertiannya!” kata Samuel.
Haikal tersenyum dan membalas, “Tidak apa-apa, Samuel. Saya juga ingin meminta maaf jika saya pernah membuat kamu tidak nyaman. Kita harus saling menghormati, kan?”
Samuel mengangguk setuju. “Benar, Haikal! Kita harus hidup dalam harmoni dan saling menghormati. Mau masuk dan minum kopi dengan saya?” ajak Samuel.
“Tidak saat ini Samuel, nanti sepulang dari musola aku pasti mengunjungimu Samuel” Tukasnya
Sepulang dari Mushola Haikal mendatangi rumah Samuel, kemudian Mereka berdua duduk di ruang tamu, berbincang tentang kehidupan, agama, dan budaya. Mereka berdua menyadari bahwa meskipun mereka berbeda agama, mereka memiliki banyak kesamaan dan dapat hidup dalam harmoni.
Samuel bertanya kepada Haikal tentang agama Islam, dan Haikal dengan senang hati menjelaskan tentang ajaran-ajaran Islam. Haikal juga bertanya kepada Samuel tentang agama yang dianut Samuel, dan Samuel dengan sabar menjelaskan tentang ajaran-ajaran yang Ia imani.
Mereka berdua terus berbincang, dan Haikal menyadari bahwa Samuel memiliki banyak pengetahuan tentang agama-agama lain. Haikal juga menyadari bahwa Samuel memiliki hati yang baik dan ingin hidup dalam harmoni dengan tetangga-tetangganya.
Mereka berdua terus berbincang, dan Haikal menyadari bahwa mereka berdua memiliki banyak kesamaan. Mereka berdua memiliki hati yang baik, ingin hidup dalam harmoni, dan ingin saling menghormati.
Bagaimana Tanggapan Anda??







